Terlanjur Menyeberang

Oleh Irman Syah

Sejauh-jauh terbang bangau, pulangnya ke kubangan jua, demikian pepatah lama yang hari ini tak lagi terdengar. Bisa jadi saja, ‘bangau’ binatang jenis burung yang berkaki panjang dan sering berada di tengah sawah dan kadang berdiri di punggung kerbau itu tak lagi banyak diketahui anak-anak hari ini karena sawah telah menumbuhkan pabrik dan mall. Ke manakah burung-burung bangau itu kini? Entahlah. Ya. sama saja hal nya dengan kunang-kunang yang sekarang cuma berdiam dalam bait-bait puisi para penyair.
BACA SELENGKAPNYA

"Orasi Bahasa Langit"

Sang Orator:
Oleh Irman Syah

Dikarenakan untuk bicara saja dia sudah susah maka secara otomatis matanya yang sering mutar-mutar itu seakan langsung mengugkapkan sesuatu berdasarkan pendengaran yang dia miliki dan telah diasuhnya sedari kecil untuk mengerti secara alami. Apa pun yang tampak dan didengarnya maka dengan siaga pula ia menyiapkan antisipasi. Demikian perjalanan waktu diterjangnya melalui perjuangan dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dia miliki.
BACA SELENGKAPNYA

Setaman Kata Tak Berbunga

Oleh Irman Syah

Dunia dengan segala pernak-pernik ciptaan yang lengkap itu sungguh telah menjadi ragam pandangan yang sangat mengagumkan. Dan manusia sebagai isian di dalamnya serta seluk-beluk dan bentuknya, jenis dan ragam rupanya itu hanyalah salah satu saja dari sekian banyak ciptaan, tapi sesungguhnya ia merupakan  inti yang kemudian tumbuh menjadi kuntum-kuntum bunga yang marak di dalam taman kehidupan.
BACA SELENGKAPNYA

All-Kita: Mengarifi 'Ruang' dan 'Uang'

Oleh Irman Syah
'All-Kita' adalah ungkapan yang lahir ketika memaknai nilai kebersamaan akan persaudaraan antar seniman melalui kreativitas berkesenian yang mengakar pada etnik, tradisi dan kekayaan budaya Nusantara. Istilah ini muncul ketika kawan-kawan Komunitas Roemah Melajoe ingin mengekspresikan niat,  memantikkan ungkapan "Tahun Baru, Bukan Tuhan Baru" akhir Desember 2015, tepat di pergantian tahun menuju 2016.
BACA SELENGKAPNYA

Berat Sepikul, Ringan Sejinjing

Oleh Irman Syah

Baru saja tanggal 9 Januari kemarin disepakati di Bekasi adanya bangunan kontemplasi tentang  penting dan kebermaknaan ‘Sobat Tande’, tapi tanggal 14-nya langsung dijawab oleh sebuah peristiwa di Sarinah Jakarta. Begitulah kiranya antisipasi, antara impian dan kenyataan kadang bertentangan. Tak ada yang bisa memprediksi keadaan secara mutlak, kecuali kehendak-Nya.
BACA SELENGKAPNYA

Maulid Nabi, Natal dan Tahun Baru

Oleh Irman Syah


Setiap saat diantarkannya saja kita oleh waktu menelusuri daerah baru yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Kadang cemas mengguyuri dada, kadang riang begitu saja, tapi ketika ada lintasan-lintasan ingatan menyapa, banyak saja yang muncul dan kembali lahir,  terkadang hadir menjadi kelap-kelip di depan mata. Apakah itu kembang api, atau kunang-kunang yang tak lagi punya negeri karena dikungkung cahaya?
BACA SELENGKAPNYA

Rasa Percaya Remuk di Dalam

Oleh Irman Syah

(ill. amien kamil)

Ketika semua saling curiga dan membunuh rasa percaya antar sesama; itulah sesungguhnya yang dirindukan mereka sejak berabad-abad lamanya. Berbagai cara, disain, taktik dan usaha untuk merumuskan kesimpulan yang menguntungkan telah mereka lakukan dengan beragam cara yang sempurna. Akhirnya semua menjadi nyata dan mengemuka: perbedaan telah melahirkan kepastian bahwa antara kita dan mereka jurang menganga.
BACA SELENGKAPNYA

Rezim dan Anomali Kreativitas

Oleh Irman Syah

Tak banyak catatan yang dapat diikuti dengan sempura untuk bisa megetahui tentang apa yang sesungguhnya terjadi di dalam negeri yang indah ini. Begitu banyak ragam dan bentangan perjalanan bangsa yang telah dilalui oleh pendahulu negeri dalam mengisi dan menyiapkan bangunan yang tepat, baik struktur atau pun aturan yang semestinya. Semua tercermin dari segala aspek kehidupan, baik dalam perkembangan kemajuan atau pun melalui keterseokan perjalanan yang dialami oleh kapal peradaban negeri ini.
BACA SELENGKAPNYA

"James Bond"

Oleh Irman Syah

“James Bond..!” Begitu jawaban kawan melalui perangkat selulernya ke saya ketika pada suatu kali kami sempat berkomunikasi. Pada kesempatan itu pula tanpa sengaja saya memang sempat menanyakan keberadaan dan situasi pekerjaannya hari ini. Maklumlah, telah lama pula kami tidak pernah ketemu dan juga berkabar. Sembilan tahun lebih sepertinya; ya, semenjak dia memilih hidupnya untuk menjadi seorang Pegawai Negeri sepertinya.
BACA SELENGKAPNYA

Puisi yang Kehilangan Tuah

:Chairil Anwar Dituduh Bersalah (?)

Oleh Irman Syah

Apalagikah yang bisa jadi pedoman, atau setidaknya untuk dikenang jika kata-kata tak mampu lagi mengusung makna. Mengambang, bias, rumit, dan semakin tidak jelas pula arah tujuannya. Demikianlah kiranya puisi yang kini tak sanggup mengerucut pada untaian maknanya yang kuat sesuai dengan apa yang sesungguhnya dibutuhkan kehidupan.
BACA SELENGKAPNYA