Puasa itu Seumur Hidup

Oleh Irman Syah

Ada hal yang sering terlupa dalam diri ketika berhadapan dengan ribuan keinginan. Kadang masuk akal dan kadang tidak. Semua merambah tatapan mata, detak hati, dan kadang hanya tersebab sesuatu yang datang tiba-tiba. Ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Ya, demikianlah hidup yang bergulir dari perjalanan waktu bagi kenyataan manusia dangan segala tambah-kurangnya.
BACA SELENGKAPNYA

Ijazah dan Kepalsuan Pendidikan


Oleh Irman Syah

Tanjung Balai, Foto Dede Rasyid 

Seorang kawan dekat me-mention-ku melalui tweet-nya tentang ijazah palsu ke akun-ku belum lama ini. Aku tak sempat membalas dan akhirnya ku-retweet aja sebagai respon pertemenan. Bukan berarti menganggap tak penting apa yang dia ungkapkan, tapi rasanya tak lengkap cuma dengan membahasakan jawaban dalam 40 karaker pada sebuah kalimat.
BACA SELENGKAPNYA

Wahai Hati, Damailah

Oleh Irman Syah

Wahai hati, damailah. Jernihkan segala pikir, lapangkan segala urusan. Jangan terlalu banyak menyimpangkan prasangka pada tuduhan karena semua itu ada yang tahu. Ya, semua itu ada yang mengatur. Bumi dan seisinya telah sempurna dengan ciptaan yang Mahakuasa. Apalagi yang ingin kauduga? Lepaslah, semua akan kian bermakna.
BACA SELENGKAPNYA

Tengku H Defia

menunggu kemungkinan
yang belum tentu
mungkin

Green Pramuka, 4 Juni'15
BACA SELENGKAPNYA

Rumah-Rumah Kosong dan Kematian Kebudayaan

Oleh Irman Syah

“Ada asap ada api”, begitulah kalimat dari idiom lama yang begitu melekat dalam kehidupan masyarakat kita selama ini. Meski tidak dengan berpanjang-panjang kalimat ungkapan ini tidak begitu susah untuk dimengerti. Dengan mengungkapkan kalimat pendek yang cuma begitu saja komunikasi pun tetap dapat berlangsung secara tepat sasaran dan bahkan dengan penuh kelembutan.
BACA SELENGKAPNYA

Dahaga

kuseberangkan selalu rindu padamu 
wahai rahasia zat dan sifat
: guyurlah seisi dadaku 
dengan cintamu

Rumah Melayu, 18 Mei 2015
BACA SELENGKAPNYA

Mei, Sudahlah: Habisi Saja

Oleh Irman Syah

Sudahlah, jangan kau ceritakan lagi padaku tentang semangat, spirit atau keinginan maju yang  tanpa dasar itu. Tak ada gunanya. Selain menghabis-habiskan waktu, hati pun seakan mengeras batu karena mengidap sakit dan dendam. Sesungguhnya apa sih yang kau mau? Apa hanya sekedar mendaur ulang cerita untuk menumbuhkan simpati baru terhadap kebohongan yang tertata itu.  Aku takkan pernah mau. Sekali lagi kubilang: tidak!
BACA SELENGKAPNYA

Jingga

Sore menjangkau senja
kemerahan langit Barat
kau puja sepenuh cinta

Tmii, Anjungan Sumut 2015
BACA SELENGKAPNYA

Kekasih

Tak ada perantara di antara kita

Kobak #Tambun, 2015
BACA SELENGKAPNYA

Rumus Bahasa Tak Berasa

Oleh Irman Syah

Bila kembali pada ingatan masalalu yang menghadirkan bangku sekolahan, maka ada beberapa hal yang mungkin tak sempat kita cermati dengan sempurna. Terkadang, karena memang berusaha pada tujuannya saja maka proses untuk itu jadi terlupakan. Sebagai contoh, rumus rumus dari beberapa teori yang tercipta dan itu adalah sebuah perjalanan panjang dari relasi-relasi yang dipertemukan untuk memudahkan penemuan, atau hasil yang diinginkan.
BACA SELENGKAPNYA