Puisi dan Dunia Kemungkinan

Oleh Irman Syah *)


PENGANTAR
Sebuah puisi adalah ‘sebuah dunia’ rekaan penyairnya  yang mengkristal, kadang berbentuk impian atau  harapan, keinginan  dan cinta-kasih penyairnya bagi kehidupan.  Dengan begitu, puisi pun kadang menjadi do’a tanpa disadari oleh penulisnya. Untuk hal yang semacam ini,  penulis pemula hendaknya selalu berusaha untuk mempertimbangkan hal semacam ini agar mampu menanam dan menumbuhkan niat baik yang ada di dalam hati untuk dijadikan kandungan karya yang berkesesuian dengan ketulusan jiwa.
BACA SELENGKAPNYA

Pancasila

Oleh Irman Syah

Membicarakan dan menyigi kembali keberadaan Pancasila, rasanya kita seakan dalunkan lagi oleh angin keagungan masalalu yang sesungguhnya belum pernah dinikmati secara penuh hingga hari ini ini. Horison harapan yang dikandungnya merupakan capaian pikiran mendasar yang sudah tertanam di dalam jiwa bangsa berpuluh-puluh atau beratus tahun lamanya. Landasan dasar ‘Kebangsaan Indonesia’ yang majemuk dan memiliki aneka warna cara berpikir ini adalah sebuah kekuatan yang selalu perlu dijaga.
BACA SELENGKAPNYA

Kebangkitan Negeri di Persimpangan


Oleh Irman Syah

Benar, simpang itu memisah kawan: tapi, simpang juga kadang djadikan tempat untuk pertemuan, janji dan ikatan. Artinya, keberadaan simpang tergantung kehendak yang ada di dalam diri manusia itu sendiri untuk menjadikannya apa? Bertemu atau pun berpisah, kalau memang itu kehendak dan pilihan tentulah akan menjadikan keputusan itu bukanlah keputus-asaan. Sikap dan keterusteranganlah yang mampu menjawab kenyataan di depan.
BACA SELENGKAPNYA

Chairil Anwar dalam Kenangan

BACA SELENGKAPNYA

Bangkit


Oleh Irman Syah

Ada semacam spirit yang tak terhalangi di dalam diri, kadang muncul sendiri dari lubuk hati: Bangkitlah Bangsaku! Begitulah. Kalau pun dilanjutkan, tentulah Bangsa Indonesia hari ini telah terpuruk dan terbenam dalam sebuah lembah tak bernama. Atau bisa juga hanyut dalam mimpi panjang yang menakutkan. Oleh sebab itu, sudah diwajibkan bagi bangsa ini untuk bangkit dan bangun dari tidur yang menyesatkan. Hal ini amat diperlukan tersebab suasana kebangsaan saat ini memang tengah meradang.
BACA SELENGKAPNYA

Pidato Sastra Sutardji C Bachri: Indonesia Lahir dari Puisi



Indonesia lahir dari puisi. Teks Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada 1928 adalah puisi, yang berisi tentang imajinasi Indonesia yang satu. Pernyataan ini disampaikan penyair Sutardji Calzoum Bachri dalam pidato sastra mengenang Chairil Anwar di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Kamis (23/5) malam.
BACA SELENGKAPNYA

Kepala

Oleh Irman Syah

Dalam kenyataan keseharian, entah kenapa, setiap kita menemukan ragam manusia berbondong-bondong bergerak, melangkah dan menyuarakan sesuatu dengan pikirannya yang sempit. Menilai dan menuduh manusia lain dengan caranya sendiri tanpa mempertimbangkan banyak hal yang semestinya  diteliti atau ditelusuri dulu lebih jauh. Maka, wajar saja kita melihat parade-parade kepala yang kian menonjolkan dirinya sendiri sebagai sesuatu dan satu-satunya yang mesti dipandang benar.
BACA SELENGKAPNYA

Sekolah Pinggir Kali



Oleh Irman Syah


Setelah 4 kali sukses mengapungkan panggung di Kalimalang lewat program ‘Panggug terapung’ yang mengundang Seniman dan para tokoh yang konsern di bidangnya menghadiri event kebudayaan yang dihiasi dengan musikalisasi puisi, teater, pantun, pencak silat, tari topeng, seni rupa dan pameran foto, kali  ini Sastra Kalimalang akan meujudkan sebuah gagasan baru yang desebut dengan Sekolah Pinggir Kali.
BACA SELENGKAPNYA

Apa yang Jadi

apa yang diucapkan kelakuan keseharianmu
saat bangga memamerkan bahasa 
melalui bibirmu yang seksi tentulah dunia
dengan segala tipu-dayanya
BACA SELENGKAPNYA

Ibu



Oleh Irman Syah

Tak banyak yang bisa diungkapkan sebagai kata yang menjadi, karena semuanya akan selalu bermuara ke sana: kepada ibu yang selalu setia menerima anaknya apa adanya, menjalin keluh-kesah menjadi benang kehidupan yang tak bisa disepelekan. Dialah tempat berpulangnya segala resah, tempat semayamnya jiwa yang gelisah bagi segenap impian dan harapan insan yang bernama manusia.
BACA SELENGKAPNYA