Kematian Pemuda di Siklus Zaman

Oleh Irman Syah

“Jauh panggang dari api.” Demikian barangkali kata yang tepat untuk menyatakan ungkapan terhadap pemuda, peran dan fungsinya terhadap keadaan yang terjadi saat ini. Apalagi dalam hal menyikapi kenyataan hidup masyarakat yang dihantam oleh persoalan ekonomi, politik, birokrasi, dan kebudayaan di negeri ini. 
BACA SELENGKAPNYA

Salah di Ujung, Balik ke Pangkal

Oleh Irman Syah

Jauh sudah perjalanan negeri dalam kelok liku kehidupan. Beragam pula persoalan yang tumbuh dan menggejala sehigga hidup menjadi kumpulan perasaan, pikiran dan ingatan: berurat-menjalarlah kenyataan yang memunculkan penyesalan ulah niat dan arah tujuan yang jalan bersimpangan.
BACA SELENGKAPNYA

'Sastra Santri'


Oleh Irman Syah

Setelah balik ke Jakarta dari kampung halaman, di Magek  Bukittinggi, aku kembali beraktivitas  di Sastra Kalimalang yang berlokasi di bantaran Pinggir Kalimalang, samping kampus Unisma (Universitas Islam 45) Jl. Cut Meutia Bekasi. Ya, sebuah kampus tertua yang masih bertahan di tengah  maraknya suasana dan bisnis pendidikan dewasa ini. Ayo berkarya!
BACA SELENGKAPNYA

Puisi & Hakikat Keistimewaan

Oleh Irman Syah

Ketika seseorang menyebutkan kata puisi, maka yang pertama sekali melintas ke permukaan adalah rangkaian kalimat-kalimat dengan kata-kata yang indah dan menarik serta diikat oleh bait-baitnya. Secara umum pandangan ini tidaklah salah karena memang demikianlah puisi bagi orang yang baru terlibat apresiasi. Hanya saja, puisi tentulah tidak sesimpel itu, baik dalam format dan kandungannya.
BACA SELENGKAPNYA

Kebhinnekaan Puisi dalam Festival Musikalisasi

(Catatan Festival di Hari Puisi Indonesia)
Oleh Irman Syah

Musikalisasi Puisi:

MEMBICARAKAN Muskalisasi Puisi Indonesia dalam tahapan apresiasi dan selanjutnya menjadi pilihan profesi tentulah sebuah wacana yang luar biasa. Banyak kandungan persoalan dan makna yang tak terduga di dalamnya. Walau pun begitu, tidak banyak pula orang yang mampu mengungkapkannya dari mulai proses sampai teciptanya karya musikalisasi puisi itu dalam sebuah pertujukan yang standard.
BACA SELENGKAPNYA

Mempertanyakan Hakikat Kaum Intelektual

Oleh Irman Syah

Sebuah peristiwa bersejarah dalam perjalanan Bangsa dan Negara Indonesia pada  pertengahan Mei 1998 adalah catatan yang sangat melambungkan Kampus sebagai masyarakat ilmiah yang memicu dan penggebrak perubahan bagi negeri ini. Maka, setelah itu bermunculanlah rasa dan anggapan serta pujian bahwa mahasiswa adalah sebuah kekuatan yang sangat dibutuhkan dalam meujudkan kehidupan rakyat yang damai dan sejahtera dalam segala lini kegidupan.
BACA SELENGKAPNYA

Maklumat Kebahasaan

Oleh Irman Syah

SETELAH menyimak bahasa dan prilaku dalam keseharian hidup manusia Indonesia yang begitu rapi membahasakan kepentingan melalui kemasan dan mengatas-namakan kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya, maka banyak hal yang dengan begitu saja hilang dalam diri. Akar dan nilai kebudayaan tidak lagi muncul mengedepan. Masing-masing kubu telah menuturkan hal-hal penting atas nama kebutuhan, keinginan, dan kedamaian bagi rakyatnya. Dan ini dibahasakan pula dengan verbal dan dijelas-jelaskan. Padahal, keperluannya cuma satu, tak lain: tampuk kekuasaan.
BACA SELENGKAPNYA

Pertunjukan Puisi Sastri Bakry, "Bulan Sendiri di Kerajaan Langit dan Bumi"


 
Semesta Puisi Menubuhkan Alam

Jakarta, (25/5) Rohmantik: Pertunjukan Puisi Sastri Bakry, ‘Bulan Sendiri di Kerajaan Langit dan Bumi’ digelar Senin, 2 Juni (19.45 WIB) di Tetater Kecil Taman Ismail Marzuki. Panggung ini menampilkan 20 puisi terpilih yang diambil dari buku ‘Sastra Sastri dalam Puisi’ dan melibatkan lebih kurang 40 orang pendukung pagelaran 
BACA SELENGKAPNYA

Semesta Puisi yang Menubuhkan Alam


Pertujukan Puisi Sastri Bakry:
  ‘BULAN SENDIRI DI KERAJAAN LANGIT DAN BUMI'
Oleh Irman Syah

Ketika puisi diungkapkan komunikasi yang terlahir akan memunculkan  daya pikat, menarik, disenangi dan mampu menghadirkan butir-butir pencerahan  hati penontonnya. Dengan begitu, pandangan dunia yang diimpikan penyair akan menjadi horison harapan pula bagi pendengarnya: ya, sesuatu yang saling selam-menyelam lewat momen puitik, bahasa kesenian yang mempertemukan ruas dengan buku.
BACA SELENGKAPNYA

Tentang Peristiwa dan Kebiasaan Berdusta

Oleh Irman Syah

Dalam benturan dan kecamuk massa yang masih dibebani persoalan kehidupan mereka sehari-hari, peristiwa besar ini pun datang mengunjungi mereka. Sebuah peristiwa besar yang sesungguhnya mesti dan mampu dijadikan patokan demi jalannya gerak pemerintahan di Negara Indonesia. Tentu saja agar bisa berjalan lebih baik serta mampu untuk mengakar pada kepentingan kehidupan masyarakat yang kini tengah terpecah belah oleh kesenjangan ekonomi yang kian menggila.
BACA SELENGKAPNYA